Selasa, 18 November 2025
Rabu, 29 Oktober 2025
Sabtu, 12 April 2014
" RAJA LELO "
Naskah & Sutradara:
Drs. Agus Setiyanto, M.Hum.
MAIN DI LAPANGAN TUGU
19 NOPEMBER 2007
PUKUL: 20.00 S/D 23.00 WIB
Produksi 2
KOMUNITAS SENIMAN
BENGKULU (KSB)
Sekretariat : Jl.
Letkol Iskandar no.22 Bengkulu, Telp. (0736) 341075
PANGGUNG BANGSAWAN BENGKULU
" RAJA LELO "
|
NO
|
TOKOH
|
PEMERAN
|
|
1.
|
Resident Thomas
Parr
|
|
|
2.
|
Charles Murray
|
|
|
3.
|
Nyonya Parr
|
|
|
4.
|
Nonik Parr
|
|
|
5.
|
Superintendan R.S. Perreau
|
|
|
6.
|
Kepala
Serdadu
|
|
|
7.
|
Serdadu I
|
|
|
8.
|
Serdadu II
|
|
|
9.
|
Pelayan
|
|
|
10.
|
Pangeran
Linggang Alam
|
|
|
11.
|
Datuk Tengah
Padang
|
|
|
12.
|
Pangeran Kalipa
Raja
|
|
|
13.
|
Daeng Mabella
|
|
|
14.
|
NYI Daeng
|
|
|
15.
|
Daeng Marewa
Putra
|
|
|
16.
|
Anak Buah D.
Marewa
|
|
|
17.
|
Depati Dusun
Besar
|
|
|
18.
|
Depati Pagar
Dewa
|
|
|
19.
|
Depati Sukarami
|
|
|
20.
|
Nyi Depati Sukarami
|
|
|
21.
|
Raja Lelo (Si
Banjar)
|
|
|
22.
|
Si Anjut
|
|
|
23.
|
Penulis Naskah
& Sutradara
|
Agus Setiyanto.
|
|
24.
|
Asisten Sutradara
|
Isro.
|
RAJA LELO
ADEGAN 1
DI KEDIAMAN PANGERAN SUNGAI LEMAU
PELAKU : (Pangeran Linggang Alam, Nyi P.A,
Datuk Tengah Padang, Pangeran Sungai Itam, Superintendan R.S. Perreau).
Sinopsis :
(Musik main) … Pangeran Linggang Alam, Datuk Tengah Padang, dan Raja Kalipa
dari Sungai Itam, untuk membahas berbagai hal ketidakadilan yang telah
dilakukan oleh Residen Thomas Parr: Pangeran Linggang Alam mengupas : (1)
Penghapusan berbagai pajak tradisi (pajak hasil bumi, bea lewat sungai, dll)
yang merugikan para kepala adat. (2). Penghapusan gelar kepangeranan terhadap
para kepala adat, yang merugikan kewibawaan serta pendapatan ekonominya.
Sedangkan, Datuk Tengah Padang merasa prihatin atas : Pemecatan Daeng Mabella dari
jabatan Kapten Kepala dan Anggota Dewan Pangeran. Padahal Daeng Mabella sangat
berjasa bagi kompeni Inggris, dan pengaruhnya pun cukup besar di wilayah Sungai
Lemau. (4). Sementara, Raja Kalipa sangat kecewa atas : Penerapan sistem
perkebunan bebas, yang berakibat banyak tanah dan kebun yang telah dikuasai
oleh Tuan Perreau, selaku pengawas perkebunan bebas. Pemaksaan penanaman kopi,
merugikan rakyat yang sudah menanam merica. Pangeran Linggang Alam lalu
menyimpulkan, bahwa sumber konfliknya ada di Tuan residen Thomas Parr, dan Tuan
Perreau.
(Musik bunyi mengiring munculnya
Perreau)
Tiba-tiba datang Tuan Perreau dengan membawa peraturan baru dari Tuan
residen. Lalu dibacakannya, mengingat, menimbang dst, memutuskan : bahwa mulai
saat ini diberlakukan peraturan untuk menanam kopi. Penduduk yang tadinya
menanam mrica diharuskan mengganti tanaman kopi. Datuk Tengah Padang keberatan,
sebab menanam mrica hasil lebih menguntungkan dibanding menanam kopi. Sedangkan
Raja Kalipa cemas, dengan alasan tak menjamin rakyatnya suku Lembak yang
mempunyai watak keras, mau menerimanya, bahkan meramalkan akan terjadinya
pemberontakan melawan Tuan Residen Thomas Parr.
Tuan Perreau menjelaskan, bahwa kopi
saat ini sedang laku di pasaran, dan dijanjikan akan mendapat premie besar dari
kompeni Inggris kalau berhasil. Soal
anak buah yang bandel itu tergantung pendekatannya. bahwa tak peduli dengan
alasan karena hanya sekedar menjalankan perintah Tuan residen Thomas Parr. Lalu
Pangeran Linggang Alam menanyakan alasan pemecatan Daeng Mabella, dan minta
untuk ditinjau kembali. Tuan Perreau menjelaskan bahwa itu pelajaran bagi siapa
saja yang melakukan korupsi dan merugikan keuangan negara (Inggris)… lalu
pamit.
ADEGAN 2
STRAAT (JALAN)
Pelaku : Daeng Mabella
Sinopsis :
Daeng Mabella monolog (ngudarasa), kecewa berat atas pemecatan dirinya
sebagai kapten kepala, dan sekaligus Anggota Dewan Pangeran. Padahal sudah
mengabdi dengan kompeni Inggris cukup lama. Daeng Mabella merasa dipermalukan
oleh Tuan Residen Thomas Parr. Malu kepada dirinya sendiri, malu kepada para
Pangeran, dan malu kepada keluarganya. Sebagai orang Bugis yang berdarah
bangsawan, dia harus melakukan siri untuk menebus rasa malunya. Daeng Mabella
akan membuat perhitungan dengan Thomas Parr.
ADEGAN 3
KEDIAMAN DAENG
MABELLA
PELAKU : (Daeng Mabella, Nyi Daeng, Daeng Putra
Rewa, Anak Buah I, Anak Buah II, Datuk Tengah Padang, Pangeran Sungai Itam).
Sinopsis:
Nyi Daeng tampak cemberut karena
melihat perubahan sikap suaminya (Daeng Mabella) yang biasanya romantis,
tiba-tiba aneh, bahkan cuek. Nyi Daeng menaruh curiga. Tak lama muncullah Daeng
Mabella. Nyi Daeng menanyakan apa
gerangannya. Daeng Mabella pun lalu menjelaskan, bahwa dia telah dipecat dari
kedudukannya sebagai Kapten Kepala, dan sekaligus anggotaan Dewan Pangeran
(Pangeransraad) oleh Tuan Residen Thomas
Parr, dengan tuduhan korupsi soal pengiriman uang ke luar Residensi Bengkulen.
Nyi Daeng terkejut, dan membujuk agar suaminya memberontak. Tapi, Daeng Mabella
tak mau gegabah.
Tak lama, muncul anak buahnya Daeng Marewa Putra, yang melaporkan, bahwa
Tuannya telah dicambuki oleh Tuan Residen Thomas Parr dengan sadisnya. Nyi
Daeng kaget setengah tak percaya, lalu emosi dan mengadukan pada suaminya.
Daeng Mabella masih bersikap tenang, karena belum tau buktinya. Tak lama
muncullah Daeng Marewa Putra dengan sempoyongan dipandu oleh anak buahnya.
Dengan tersendat-sendat putranya menceritakan kejadiannya, bahwa dia dianggap
salah menghina Tuan Residen. Begitu melihat anak kesayangannya terluka kena
bekas cambukan, maka mendidihlah darah Daeng Mabella. Daeng Mabella lalu pergi
meninggalkan rumah.
ADEGAN 4
MARKAS FORT
MARLBOROUGH
PELAKU : (Thomas
Parr, Meneer Parr, Nonik Dewi, Nonik Eva, R.S. Perreau, Serdadu Ali Jojon,
Serdadu Novi, Serdadu Sigan, Serdadu )
Sinopsis:
Para serdadu sedang berjaga di
markas Benteng Marlborough. Serdadu Sigan minta agar santai, sebab Kepala Serdadu (Novi) belum masuk kantor…
lalu mereka ngrumpi. Lalu muncul pelayan untuk membagikan jatah konsumsinya….
Setelah selesai si pelayan (Saripah) masuk lagi. Serdadu Sigan menukar jatahnya
ke jatah Kepala serdadu. Lalu muncul Kepala serdadu (Novi), langsung nyambar
jatahnya, curiga karena tak seperti biasanya, lalu suruh anak buahnya memanggil
si pelayan. Akhirnya ketahuan, bahwa jatahnya ditukar oleh Serdadu Sigan.
Tak lama muncul, Nonik Dewi
menanyakan si pelayan tentang makanan istimewanya yang hilang di meja makan.
Setelah didesak, akhirnya si pelayan ngaku, disuruh Komandan Serdadu Novi yang
ingin sekali-kali nyicip makanan tuannya. Noni Dewi marah…. Tak lama muncul
Nyonya Meneer bersama Tuan Residen Thomas Parr, dan sekretarisnya Charles
Murray. Nonik melaporkan, dan marahlah Tuan dan Nyonya Parr…. Dan menyuruh
sekretarisnya untuk motong gaji sebulan. Kemudian mereka disuruh kontrol
keliling Benteng. Thomas Parr menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan
kebijakan Residen, penghapusan gelar kepangeranan, penghapusan pajak
tradisional, sistem free garden (perkebunan bebas), pemecatan Daeng Mabella,
serta penerapan tanam kopi kepada Sekretarisnya… sang Sekretaris menganalisis
dampak-dampak negatifnya. Bahwa penghapusan gelar kepangeranan dan penghapusan
pre-empti (pajak tradisional) merugikan para kepala pribumi, yang dapat
mempertajam konflik antara kompeni dengan mereka. Pemecatan daeng Mabella dan
penghukuman terhadap anaknya juga akan semakin menimbulkan kebencian terhadap
kompeni Inggris. Ditambah lagi sistem pemaksaan tanam kopi. Oleh sebab itu,
Charles Murray selaku sekretarisnya menyarankan agar segera dibatalkan
secepatnya…. Tapi Thomas Parr ingin menunggu kedatangan (laporan) dari Pengawas
(Superintendan) Perreau. Tak lama datanglah menghadap Perreau. Thomas Parr
minta laporannya. Perreau melaporkan bahwa, semua kebijakan Residen telah
berjalan lancar tanpa hambatan. Sekretaris terkejut mendengar laporan itu. Lalu
memberikan analisisnya, serta bukti ketegangan sosial di antara para kepala
pribumi Bengkulen. Bahkan, dijelaskan kabar tentang pembakaran kantor cabang
Kompeni Inggris di Bintunan. Perreau masih berkelit, dengan alasan keamanan
masih terkendali. Akhirnya Residen Thomas Parr memutuskan dan menugaskan Perreau untuk mengirim surat
pembatalan tentang tanam kopi kepada para kepala pribumi (Sungai Lemau, Sungai
Itam, dan para kepala pribumi lainnya). Perreau lalu berangkat.
ADEGAN 5
KEDIAMAN DEPATI
SUKARAMI
PELAKU : (Depati Sukarami, Nyi Depati, Depati
Lagan, Depati Pagar Dewa, Raja Lelo, Si Anjut, Daeng Mabella)
Sinopsis:
Pulang dari belanja, Nyi Depati terheran-heran, kenapa tiba-tiba suaminya
nyuruh menyiapkan hidangan yang istimewa, dan memanggil adiknya si Banjar alias
Raja Lelo dan si Anjut yang terkenal pemberani untuk segera datang ke rumah,
padahal tidak ada hajatan apa-apa.
Tak lama muncullah Si Banjar alias Raja Lelo dan Si Anjut. Begitu datang, Raja Lelo minta makan karena
lapar, lalu ambil sendiri. Karena belum lauknya belum dimasak, terpaksa raja
lelo makan nasi saja. Raja Lelo lalu menanyakan ada apa sebetulnya dia
dipanggil. Nyi Depati tak bisa menjelaskan.
Tak lama muncullah Depati Sukarami dan langsung menyambut gembira adiknya.
Raja Lelo curiga, tak biasanya Kakaknya memperlakukan adiknya seperti itu. Lalu
dijelaskan, bahwa sebentar lagi akan kedatangan tamu agung, yaitu Tuan Daeng
Mabella. Oleh sebab itulah para depati juga diundang.
Tak lama datanglah para depati (Lagan, Dusun Besar, dan Pagar Dewa). Sambil
menunggu kedatangan Tuan Daeng Mabella, mereka asyik ngobrol membicarakan nasib
mereka yang penghasilannya berkurang (hilang) akibat ulah kompeni yang
menghapus gelar adatnya. Juga bicara tentang rakyatnya masing-masing yang
semakin tertindas akibat berbagai peraturan kompeni.
Tak lama muncullah Daeng Mabella. Dan disambutnya dengan penuh hormat.
Daeng Mabella senang mendapat kehormatan meski sudah tak menjabat lagi. Daeng
Mabella segera memimpin rapat. Setelah menjelaskan panjang lebar tentang akibat
ulah Residen Thomas Parr yang kejam, lalu Daeng Mabella menegaskan bahwa,
Thomas Parr dianggap biang keladinya dan harus dibunuh. Ketika ditawarkan,
siapa yang berani membunuhnya secara langsung,
mereka kurang berani. Tapi sanggup mengerahkan anak buahnya.
Tiba-tiba Raja Lelo dan Si Anjut menyanggupinya. Daeng Mabella merasa
senang, lalu memberikan hadiah kepada Raja Lelo, yaitu uang 500 dollar Spanyol
serta cincin berlian sebagai jaminannya dengan catatan harus dapat memenggal
kepala Thomas Parr. Selesai memberi, Daeng Mabella minta pamit.
ADEGAN 6
VILLA MOUNT FELIX
PELAKU: (Thomas
Parr, Meneer Paar, Nonik Dewi, Nonik Eva, Charles Murray, Serdadu Ali Jojon,
Serdadu Novi, Serdadu Sigan)
Sinopsis:
Para Serdadu sedang berjaga malam secara bergantian. Serdadu Sigan pamit
ingin cari rokok, sedangkan serdadu Ali Jojon ingin ambil minuman. Tinggal
Serdadu mawi sendirian, di saat itulah ia disergap oleh kelompok Raja Lelo. Ali
Jojon datang, kaget dikira kawannya tidur, lalu dibangunkan, dan saat itulah
pula ia disergap dan ditikam. Lalu datang Serdadu Sigan dengan marah-marah
sebab mereka pada tidur. Begitu Sigan mendekat, lalu ditikam dari belakang. Tak
lama, muncul Kepala Serdadu Novi, yang juga marah-marah melihat anak buahnya
pada tidur pulas, dan ketika mendekat, ia disergap oleh Raja Lelo, tapi tak
dibunuh. Hanya diancam, dan diminta agar menunjukkan kamar tidurnya Thomas
Parr. Karena terancam, Serdadu Novi lalu menunjukkan arah posisi kamar Thomas
Parr. Raja Lelo pun lalu meninggalkan Novi yang ketakutan…. Tiba-tiba terdengar
pekikan histeris dari dalam (pekikan Meneer Parr dan Nonik Dewi) minta tolong
! Tak lama keluarlah Raja Lelo Cs dengan membawa
bungkusan penggalan kepala Thomas Parr dan langsung membawanya
lari…..Tamaaaaaaat !
PANGGUNG BANGSAWAN BENGKULU
RATU SAMBAN
PEMERAN TOKOH
|
1.
|
Asistent Resident Van Amstel
|
Mulyadi Bahctiar
|
|
||
|
2.
|
Meneer Amstel
|
mhswi
|
|
||
|
3.
|
Nonik Caroline
|
mhswi
|
|
||
|
4.
|
Kontrolir
Cartens
|
Biratno
|
|
||
|
5.
|
Posthouder Lais
|
Novi Ariansyah
|
|
||
|
6.
|
Kontrolir Winter
|
|
|
||
|
7.
|
Komandan Opas
|
Sigan
|
|
||
|
8.
|
Opas Totok
|
Totok
|
|
||
|
9.
|
Opas Jojon
|
Jojon
|
|
||
|
10.
|
Opas
|
Fadeli
|
|
||
|
11.
|
Opas
|
Anggota
|
|
||
|
12.
|
Opas
|
Anggota
|
|
||
|
13.
|
Maradun “Pembarap Bintunan”
|
Ki Agus Anom Chan
|
|
||
|
14.
|
Pembarap Tanjung Terdana
|
Husein
|
|
||
|
15.
|
Ratu Tabak
|
Dalhadi Umar
|
|
||
|
16.
|
Nyi Tabak
|
mhswi
|
|
||
|
17.
|
Puti Enen
|
mhswi
|
|
||
|
18.
|
Bik Ipah
|
Saripah
|
|
||
|
19.
|
Merausin
|
Ismail
|
|
||
|
20.
|
Depati Bintunan
|
Doni
|
|
||
|
21.
|
Depati Tanjung Terdana
|
Bowo
|
|
||
|
22.
|
Depati Krekes
|
Andri
|
|
||
|
23.
|
Ratu Samban “Pasirah Mardjati” (Bintunan)
|
Anom
|
|
||
|
24.
|
Pasirah Semer (Kerkap)
|
Berlian
|
|
||
|
25.
|
Raja Alam (Pasirah Perbo)
|
Doyok
|
|
||
|
26.
|
Raja Intan (Pasirah Air Besi)
|
Ref
|
|
||
|
27.
|
Raja Kalipa (Pasirah Palik)
|
Panca Darmawan
|
|
||
|
28.
|
Raja Malim (Pasirah Air. Pd)
|
Gito
|
|
||
|
29.
|
Depati Krekes
|
Teguh
|
|
||
|
30.
|
Datuk Pasar Bintunan
|
Sukmar Neri
|
|
||
RATU SAMBAN
ADEGAN SATU.
MARKAS BELANDA DI LAIS (Layar Istana)
Pemain : 1. para Opas, 2. Komandan Opas. 3. Tuan Winter, 4.
Tuan Cartens, 5. Tuan Van Amstel, 6. Pasirah Semer, 7. Pasirah Perbo, 8. Pasirah Air Besi, 9.
Pasirah Air Padang, 10. Pasirah Palik
Sinopsis :
para Opas sedang piket lalu
muncul Komandan Opas memeriksa para opas..Komandan Opas kasihan pada para opas
yang rendah gajinya, karena itu diminta santai saja menjalankan tugasnya selagi
tidak ada Tuan Winter. Tak lam, datang Tuan Winter memarahi Komandan Opas
karena tidak becus ngatur keamanan dan anak buahnya. Tapi, didepan Tuan Winter,
Komandan Opas berlagak disiplin dan tegas pada anak buahnya... Tuan Winter
minta laporan apakah undangan untuk para Pasirah sudah disampaikan. Tuan Winter
segera memerintahkan Komandan dan para opas memeriksa pos penjagaan di luar dan
melaporkan jika para pasirah sudah datang.. Tuan Van Amstel datang diiring oleh Tuan Cartens...Tuan
Amstel menanyakan kenapa para pasirah belum datang. Tuan Winter menjawab dalam
perjalanan. Tuan Amstel menanyakan persiapan pemberian hadiah “premi” . Tuan
Cartens sudah menyiapkan dananya, tinggal membagi.Tak lama datanglah rombongan
pasirah.. Mereka disambut dengan senang.
Sesuai dengan janji Tuan Amstel,
Tuan Winter segera memberitahukan bahwa para pasirah akan menerima pembagian
hadiah (premie) berupa uang gulden kepada setiap Pasirah sebesar 25 gulden. Hadiah
langsung dibagi-bagikan oleh Tuan Cartens, tetapi Ratu Samban menolaknya, dan
mempertanyakan apa maksud tujuan pemberian uang tersebut. Tuan2 Belanda amat
kaget, termasuk Pasirah Semer yang menyarankan agar menerima hadiah tersebut.
Ratu Samban tetap tak mau menerima tanpa kejelasan, bahkan Rattu Samban semakin
curiga ada apa dibalik semua itu.
Setelah tuan2 Belanda berunding
sebentar, lalu Tuan Winter menjelaskan, bahwa pemerintah Hindia Belanda akan memberlakukan Hoofdbelasting, yaitu
pajak kepala untuk semua penduduk. Setiap orang yang telah berumur 16 tahun
dikenakan wajib pajak sebesar 1 hingga
10 gulden. Semua pasirah setuju, kecuali Ratu samban yang protes, dengan alasan
rakyat sudah cukup menderita karena banyak bebannya. Pasirah Mardjati minta
agar keputusan Gouvernement itu dibatalkan. Tuan Van Amstel marah dan tetap
memberlakukannya. Ratu Samban lalu keluar dari sidang tanpa permisi, sambil
mengancam takkan mematuhi perintah gouvernement. Kontrolir Cartens makin geram lalu
menembaknya ... Ratu Samban yang tak mempan senjata justru mengejeknya....
Tuan2 Belanda terheran2 dan
semakin geram, kenapa Ratu Samban tak mempan senjata...
Pasirah Semer memberitahukan
bahwa, Ratu Samban juga bisa menghilang karena mempunyai sebuah pusaka ampuh
yang disebut : "Bedog Rataman Guru Besi". Maka tak gampang menangkap
apalagi membunuh Ratu Samban. Van Amstel tak percaya bahkan makin marah... Van
Amstel segera memerintahkan para pasirah seluruh pasukannya menuju Bintunan
untuk menangkap Ratu Samban. Tapi diam-diam
Winter menugaskan Pasirah Semer mencari rahasia kesaktian Ratu Samban.
ADEGAN DUA.
STRAAT /DI JALAN DEKAT
SUNGAI WILAYAH BINTUNAN
(layar pemandangan)
Pemain : 1. Puti
Enen, 3. Bik Ipah, 4. Pasirah Semer, 5. Maradun, 6. Ratu Samban.
Sinopsis :
Puti Enen yang ditemani Bik Ipah habis dari nyuci pakaian
disungai ketika mau pulang dihadang oleh Pasirah Semer yang sudah lama jatuh
hati pada Puti Enen. Pasirah Semer berusaha merayu agar Puti Enen mau menjadi
istrinya. Meski dipameri harta benda banyak, Puti Enen tetap menolak keras
karena sama sekali tak suka dengan Pasirah Semer, apalagi pasirah Semer telah
menjadi anteknya Belanda...Pasirah semakin gemas dan terus berusaha menangkap
Puti Enen, tapi selalu dihalangi oleh Bik Ipah... Puti lari ladlu dikejar
Pasirah Semer,,, Puti Enen lari ketemu kakaknya Maradun, lalu
menceritakannya... ttak lama Pasirah Semer mengejarnya dan berhadapan dengan
Maradun... dan terjadilah perang... Maradun rupanya terdesak melawan Semer,
disaat yang kritis muncullah Ratu Samban menolongnya.. karena kesaktian Ratu
Samban, Pasirah Semer dibuatnya tak berdaya, dan kesakitan... Ratu Samban tak
sampai hati melukai bangsanya sendiri walau Pasirah Semer sudah berkianat...
Ratu Samban memaafkannya... Pasirah Semer berjanji akan mengikuti perjuangan
Ratu Samban... Pasirah Semer pamit... Ratu Samban menyuruh agar adiknya Puti
Enen dan Bik Ipah segera pulang. Ratu Samban. Maradun menanyakan hasil
pertemuan di markas Belanda di Kerkap... Ratu Samban menceritakan penolakannya
atas pajak kepala terhadap penduduk pribumi... Lalu datanglah rombongan para
depati yang melaporkan bahwa pasukan Belanda sudah bergerak menuju Bintunan dan
akan menangkap Ratu Samban..Ratu Samban tak gentar, lalu menyusun siasat dengan mencegat pasukan Belanda yang akan
menyeberangi sungai....Lalu pasukan ratu Samban segera menyingkir..
ADEGAN TIGA
STRAAT DITENGAH
SUNGAI (LAYAR TETAP).
Sinopsis :
Tak lama muncullah sedadu Belanda
dan para Pasirah (kecuali Semer) dibawah pimpinan Asisten Resident Van Amstel sudah
tiba di perbatasan wilayah Bintunan, tinggal menyeberangi sungai saja. Untuk
meyakinkan, van Amstel memerintahkan Winter dan anak buahnya untuk menyelidiki
tempat sekitarnya. Tak lama, muncullah
Ratu Samban. Peperangan tak terhindarkan. Van Amstel mengingatkan agar Ratu
Samban tidak membangkang gouvernement, dan jika masih membangkang, maka akan
ditangkap. Mendengar ancaman tersebut, Ratu Samban makin berani, maka
dicabutlah keris pusakanya lalu ditusuklah Van Amstel dan sekaligus juga
Kontrolir Cartens. Sesudah menusuk, terus lari masuk hutan lagi. Asisten
Resident Van Amstel dan Kontrolir Cartens menggelepar terkena tusukan pusaka
Ratu Samban… dan akhirnya tewas. Melihat pemimpinnya tewas, Kontrolir Winter
segera memerintahkan anak buahnya untuk mengangkatnya dan membawanya pulang ke
markas Belanda di Lais. Dan sekaligus minta tambahan pasukan. Kontrolir Winter,
Komandan Opas, dan sisa anak buahnya dikerahkan untuk terus memburu Ratu
Samban.
ADEGAN EMPAT.
STRAAT/JALAN (layar
pemandangan)
Pemain : 1.
Merausin, 2. Pasirah Semer
Merausin yang disuruh orang tuanya mencari ayuknya Puti
Enen kebingungan karena tak menemukan, bertemu
tak sengaja dengan Pasirah Semer... Pasirah Semer berusaha mengambil hati
Merausin dengan menceritakan bahwa Ratu Samban dan Pasirah Semer adalah temen
seperjuangan saling membahu melawan Belanda. Pasirah Semer sangat kagum akan
kesaktian Ratu Samban, dan ingin sakti seperti Ratu Samban... Merausin yang
masih lugu dan polos terceplos memberikan rahasia kesaktian Ratu Samban, bahwa
Ratu Samban takkan mati jika darahnya menetes di tanah. Dan hanya bisa ditembus
dengan peluru yang berlapis kencana emas... Sesudah dapat rahasia Pasirah Semer
segera pergi meninggalkan Merausin. Merausin senang karena mendapat hadiah uang
1 golden.
ADEGAN LIMA.
DI RUMAH RATU TABAK
(layar rumah)
Pemain : 1. Ratu
Tabak, 2. Nyi Tabak, 3. Puti Enen, 4. Maradun, 5. Merausin, 6 Ratu Samban.
Sinopsis :
Nyi Tabak gelisah dan waswas mikirkan Puti Enen
yang nyuci pakain ke sungai belum pulang2.. Ratu Tabak menenangkannya karena
sudah menyuruh Merausin untuk menyusulnya. Tapi Nyi Tabak masih kuatir karena
Merausin itu anak yang kurang akal... Tak lama Puti Enen pulang nampak pucat...
ketika ditanya kenapa lama, lalu menceritakan kejadiannya. Maradun pun
pulang,.. Ratu Tabak menanyakan perkembangan perjuangan Ratu Samban melawan
kompeni Belanda. Maradun menceritakan bahwa Ratu Samban telah membunuh pembesar
Belanda yaitu Kontrolir Cartens dan Asisten Residen Van Amstel... Ratu Tabak
sangat bangga akan keberanian Ratu Samban melawan kompeni Belanda. Tak lama
pulang Merausin dengan senyum gembira memamerkan uang 1 golden..Setelah ditanya
Merausin cerita telah diberi uang oleh Pasirah Semer... dan cerita tentang
kesaktian Ratu Samban.... keluarga makin penasaran dan cemas,.. jangan-jangan
Merausin membuka rahasia kesaktian Ratu Samban... Ternyata benar Merausin
terceplos membuka rahasia kesaktian Ratu Samban....Pembarap Maradun amat kesal dan marah sekali pada Merausin...hingga
Merausin dihajarnya berkali2....Merausin hanya merintih kesakitan ... Maradun
makin kalap dengan adiknya, Tapi dicegah oleh Ratu Tabak dengan
bijaksana...ratu tabak memberikan wejangan kewpada Maradun, agar tidak mudah
marah, dan tidak menyesali yang sudah terjadi... jika memang sudah takdirnya
anaknya Ratu .Samban mati ditangan Belanda, semaunya harus ikhlas menerimanya
dan tetap meneruskan perjuangannya. Ratu Tabak hanya berdoa semoga tak terjadi apa2 pada Ratu Samban...
Maradun segera pamit menyusul perjuangan Ratu Samban...
ADEGAN. 6
DI HUTAN RIMBA
BINTUNAN (layar hutan)
Sinopsis :
Perang gerilya yang dipimpin oleh Ratu Samban
mampu membunuh satu persatu pasukan Belanda...hingga tinggal Tuan Winter
didampingi Komandan Opasnya yang terdesak mundur. Dalam situasi yang gawat,
tiba2 mereka bertemu dengan Pasirah Semer yang segera melaporkan keberhasilan
mencari tahu titik lemahnya Ratu Samban, bahkan sudah menyiapkan peluru lapis
kencana emas.
Ratu Samban lalu berhadapan
dengan Winter yang sudah siap dengan peluru kencana emasnya...Ratu Samban tak
menyangka akan tembus peluru... Setelah menembak Winter dan rombongannya
lari... Ratu Samban merasakan sakit luar biasa... para pembarap, dan depati
segera mendekati dan memeluk erat Ratu Samban yang sekarat namun masih tegap
berdiri...... Sebelum Ratu Samban menghembuskan nafas terakhir, masih sempat
berpesan agar rakyatnya tetap bersatu mempertahankan bumi Bintunan sampai tetes
darah penghabisan….. setelah itu…gugurlah Ratu Samban…. Dan para pasukannya
segera mengusungnya……TAMAT.
Langganan:
Komentar (Atom)